Beliefs: Variabel Canggih Pembentuk Takdir

By | May 23, 2017

Ketemu lagi dengan saya sidang pembaca sekalian. Gimana kabarnya? Sehat ya? Alhamdulillah, semoga demikian. Kali ini saya pengen membahas satu hal yang menurut saya begitu penting untuk Anda ketahui. Berawal dari satu email yang saya terima, ada seseorang yang bertanya kepada saya. Kurang lebih pertanyaannya seperti ini “Mas, kalau saya nggak punya modal, apakah saya akan tetap bisa membuka dan menjalankan bisnis?”

Menurut Anda saya jawab apa? Apakah saya menjawab “Bisa! Pokoknya harus yakin!” seperti para motivator-motivator? Hahaha. Nggak. Ketika ada pertanyaan seperti itu–yang saya yakin juga pertanyaan sebagian besar orang yang akan memulai suatu bisnis, saya lebih memilih untuk realistis “Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Tergantung file yang ada di pikiran bawah sadar Anda.”

Dari sudut pandang ilmu pengembangan diri, apapun yang kita inginkan, sebetulnya tergantung dari file yang ada di pikiran bawah sadar. Jika yang ada di pikiran bawah sadar (selanjutnya disingkat PBS) kita adalah file yang memberdayakan, maka–sekalipun ia tidak punya modal, kemungkinan besar dan entah bagaimana caranya, ia akan mendapatkan jalan untuk membuka dan menjalankan bisnis. Sebaliknya, jika file yang ada di PBS adalah file yang tidak memberdayakan, lha wong dikasih modal bermilyar-milyar pun, kalau filenya tidak memberdayakan, kemungkinan besar dan entah bagaimana caranya ia akan menemui kegagalan.

Coba sebutkan siapa pengusaha besar yang memulai bisnisnya dari modal dengkul? Banyak kan? Dan coba sebutkan–mungkin tetangga Anda, yang tiba-tiba dapet duit ratusan juta, bahkan milyaran, tapi ludes seketika. Ada? Banyak! Hehehe.

Nah, file tersebut–dalam dunia pengembangan diri–biasa disebut sebagai beliefs. Jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia, beliefs adalah keyakinan (bukan agama). Keyakinan yang dimaksud adalah, apa yang kita yakini terhadap diri sendiri maupun suatu hal. Misal, Anda meyakini bahwa Anda adalah orang yang selalu sial. Ya, file tersebut bernama beliefs. Atau Anda meyakini bahwa Anda adalah orang yang selalu beruntung. Ya, itu juga beliefs.

Beliefs letaknya ada di pikiran bawah sadar, dan cara kerjanya pun juga secara tidak sadar. Ia bekerja seperti rudal yang akan meluncur menuju titik sasaran yang telah terkunci. Rudal tersebut akan terus ‘berkelak-kelok’ menyesuaikan jalurnya, untuk menyelesaikan tugasnya: mencapai target yang telah terkunci dari awal.

Jika Anda memiliki beliefs yang bernama kemiskinan, entah mengapa, sekalipun Anda dipertemukan dengan kondisi yang akan membuat Anda kaya, Anda akan menolaknya. Begitu juga sebaliknya. Jika Anda memiliki beliefs yang bernama kekayaan, bagaimana pun rintangannya, entah mengapa kok Anda selalu mendapatkan kekayaan.

Sebagai perumpamaan, contoh kerja beliefs itu seperti seorang perokok yang entah mengapa selalu bisa merokok, bagaimana pun kondisi keuangannya. Seperti pemilik kendaraan yang bagaimanapun kondisi keuangannya selalu bisa beli bahan bakar. Seperti seorang pecandu narkoba yang selalu berhasil ‘memakai’ bagaimanapun keadaannya. Bahkan seperti kita-kita ini, bagaimanapun tingginya inflasi dan naiknya harga sembako, lha kok kita selalu bisa membelinya.

Sekarang coba Anda bayangkan jika target atau apapun yang Anda inginkan sudah memiliki tempat di pikiran bawah sadar. Secara otomatis ia akan tercapai, entah bagaimanapun kondisi Anda. Coba bayangkan juga ketika Anda mempunyai beliefs yang bernama keberlimpahan. Entah mengapa Anda akan selalu dinaungi keberlimpahan.

Pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengetahui bahwa kita sudah memiliki beliefs yang memberdayakan?

Bagaimana cara menginstall file yang memberdayakan di pikiran bawah sadar?

Saya akan bahas di pertemuan berikutnya.

 

Salam,

Bayu Prasetyo

Author | MasBayu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *