Cara Membuat Target Yang Baik dan Benar Ala NLP – Part 2

By | May 17, 2017

Berjumpa lagi dengan saya, wahai pembaca yang budiman hehehe. Bagaimana kabarnya? Sehat ya? Ngomong-ngomong, saat menuliskan artikel ini, saya sedang dijamah oleh flu. Mohon doanya ya agar lekas sembuh :).

Oh ya, soal target, sudah sampai di mana kemarin pembahasan kita? Anda masih ingat? Tentu saja masih lah ya. Oke, pada artikel sebelumnya yang kita bahas adalah, target harus memenuhi kaidah-kaidah yang dicintai oleh pikiran bawah sadar. Yang pertama yaitu: target harus dinyatakan dengan kalimat dan kata-kata yang positif, bukan dengan kata-kata yang negatif. Misal: jangan, tidak, dsb. Kenapa? Karena pikiran bawah sadar sulit untuk mengakses kata-kata negasi. Yang kedua: target harus bisa diinderakan. Maksudnya? Target harus bisa dilihat, didengar, dan dirasakan.

Untuk penjelasan lebih lanjut, atau jika Anda belum membaca artikel part 1, silakan klik link di bawah ini:

Cara Membuat Target Yang Baik dan Benar Ala NLP

Selanjutnya, bicara soal target, ada sekitar 6 kaidah yang musti dipenuhi. Setelah pada part 1 kemarin kita sudah membahas 2 kaidah, pada kesempatan kali ini, kita akan bahas 2 kaidah lainnya. Siap? Tentu saja. Bagaimana tidak? Saya tahu ekspresi Anda begitu penasaran hehehe.

Baik, tanpa ba-bi-bu, berikut adalah 2 kaidah lainnya dalam membuat suatu target:

3. Kontekstual

Apa maksud dari kontekstual? Maksudnya adalah, target yang dibuat harus sesuai dengan konteksnya. Contoh target yang tidak sesuai dengan konteks seperti ini: bulan depan saya akan selalu semangat. Semangat dalam hal apa? Hahaha. Lebih lanjut, kalau targetnya seperti itu, masa iya lagi tidur tapi masih semangat? Malah susah tidur, alhasil bangun-bangun kepala puyeng hahaha.

4. Self-Control

Kaidah selanjutnya adalah, target yang ingin dicapai musti di bawah kontrol kita. Gak mungkin kan kita punya target minggu depan punya mobil Alphard, kalau megang duit gede aja belum pernah. Selain itu, self-control berarti kita punya sumber daya-sumber daya yang kita butuhkan untuk mencapai goal kita. Contoh, kalau Anda pengen nulis dan menerbitkan buku, pastikan Anda punya skill nulis. Atau paling tidak, Anda bisa baca dan tulis hehehe. Selanjutnya, pastikan Anda punya koneksi ke penerbit, atau paling tidak Anda bisa mencari percetakan buku untuk mencetak buku Anda sendiri – kalau Anda memilih untuk mengambil jalur self-publishing.

Jadi, begitu. Pada pertemuan kali ini kita bahas 2 kaidah. Pada pertemuan selanjutnya, yaitu pada artikel part 3 alias part terakhir artikel tentang target, akan saya infokan secepatnya. Oke? Selamat praktek!

 

Salam,

Bayu Prasetyo

Author | MasBayu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *