Cara Membuat Target Yang Baik dan Benar Ala NLP – Part 3 (Final)

By | May 19, 2017

Akhirnya tiba juga kita pada part 3, alias part terakhir dari artikel seri Goal Setting Ala NLP. Saya yakin Anda sudah nggak sabar menunggu yang part ke 3 ini. Sudah, tak perlu mengelak, dari raut wajah Anda saja sudah terlihat begitu menawan penasaran hehehe. *mulai sok tau.

Di artikel bagian terakhir ini, saya akan membahas 2 kaidah lagi yang harus dipenuhi dalam membuat Goal, sebagai pelengkap 4 kaidah sebelumnya yang telah berhasil saya sampaikan dengan mantap pada 2 artikel terpisah.

Bagi Anda yang belum membaca 2 artikel tersebut, bisa berkunjung di sini:

Cara Membuat Target Yang Baik dan Benar Ala NLP

Cara Membuat Target Yang Baik dan Benar Ala NLP – Part 2

Kembali lagi saya bercerita. Latar belakang saya ingin membagikan ilmu mahal ini kepada Anda adalah karena kesalahan saya dahulu ketika men-setting goal dengan tanpa ilmu yang baik dan benar. Alhasil Anda bisa menebaknya dengan sangat cepat: ya, goal-goal yang saya buat dahulu mayoritas gagal tercapai hahaha. Oleh karena itu lah, saya tak ingin Anda mengalami nasib yang sama seperti saya. Untuk sementara kita pinggirkan dahulu pepatah Jawa yang berbunyi “Alon-alon waton kelakon”, yang artinya “Pelan-pelan, yang penting jalan”. Kalau bisa cepat, kenapa harus lambat? Ya kan? Sudah, iyakan saja hehehe

Baiklah! Cukup panjang saya berbasa-basi. Kali ini kita langsung masuk pada intinya saja. Bagaimana sih cara yang baik membuat suatu target? Begini caranya:

5. WHY?

Kaidah ke-5 yang harus kita penuhi dalam menyusun suatu target adalah, kita harus tau, kenapa sih kita pengen mencapai target tersebut? Pastikan “kenapa”-nya ini harus benar-benar kuat. Agar kita ada pemicu agar kita action. Percuma dong kalau kita udah setting goal, tapi gak ada pemicunya buat action. Yang ada goal setting-nya hanya sebatas tulisan belaka. Hiks, sedih deh 🙁

Satu bocoran buat Anda. Jika Anda ingin mencari “why” yang powerful, saya sarankan untuk mencari “why” yang bersinggungan dengan value-value, alias nilai-nilai yang Anda anggap berharga dan Anda pegang teguh. Maksudnya gimana? Begini. Contoh dari nilai-nilai itu begini, ibu Anda adalah orang yang begitu berharga bagi Anda. Suatu hari, ibu Anda sedang terjebak di pulau seberang, dan Anda harus menyelamatkannya agar ibu Anda selamat. Anda sangat takut untuk menyeberang pulau tersebut, karena banyak buaya di bawahnya. Namun, karena Anda menganggap bahwa ibu Anda begitu berharga, Anda harus melakukan segala cara untuk melakukannya. Dan akhirnya Anda pun nekat untuk menyelamatkan ibu Anda.

Begitulah powerfulnya value. Ia mampu menggerakkan kita, sekalipun kita takut, dan bahkan ketika kita takut. Ia mampu mendorong kita untuk mencapai sesuatu yang kita anggap penting dan berharga.

Jadi, apa sesuatu yang Anda anggap begitu penting dan berharga?

6. Action

Kaidah yang terakhir adalah action. Ya, kalau bukan action apa lagi? Yang jelas bukan jampi-jampi, lalu berharap apa yang kita inginkan dalam goal setting langsung jatuh dari langit. Itu sih ngimpi! Hehehe.

Action, bukan sembarang action. Kita musti tau bagaimana langkah awal yang harus kita lakukan, agar apa yang kita inginkan dapat segera terealisasi. Selanjutnya apa yang harus kita lakukan?

  1. Tetapkan apa yang Anda inginkan
  2. Selanjutnya cek, apa yang harus Anda lakukan/peroleh, sesaat sebelum apa yang Anda inginkan dapat tercapai.
  3. Misal, target Anda tahun ini, bulan September adalah launching buku baru Anda. Pertanyaannya adalah, apa yang harus Anda lakukan sebelum launcing buku? Tepat sekali, naskah buku Anda harus sudah di-acc oleh penerbit buku.
  4. Lalu, apa yang harus Anda lakukan sesaat sebelum naskah Anda di-acc oleh penerbit? Ya, Anda harus mengajukan naskahnya ke penerbit.
  5. Tarik mundur lagi lebih jauh. Sebelum Anda mengajukan ke penerbit, apa yang harus Anda lakukan? Benar sekali, Anda harus menulis naskahnya terlebih dahulu.
  6. Tarik mundur lagi, lagi, dan lagi, hingga sampai ke apa yang harus Anda lakukan saat ini.

Mudeng? Ya, saya pikir Anda sudah mengerti apa maksud saya. Jangan khawatir, kalau ada pertanyaan, bisa langsung kirim pertanyaan via email. Insya Allah akan segera saya balas. Atau begini saja, saya punya ide, barangkali pembahasan kita di artikel ada yang sulit untuk ditangkap, saya akan buatkan audio materi agar lebih mudah Anda pahami. Karena audio cukup untuk memenuhi unsur-unsur komunikasi seperti: kata-kata, intonasi, dan penekanan (minus gestur tubuh).

Baiklah, inilah akhir dari artikel seri goal setting yang saya tulis spesial untuk Anda. Tidak menutup kemungkinan setelah ini saya akan menulis seri goal setting lagi. Tentu saja dengan materi yang lain.

Oh ya, jika Anda punya pertanyaan, tak perlu sungkan-sungkan untuk bertanya. Langsung saja hubungi saya via email yang ada di halaman kontak blog ini. Oke ya? Sip!

Terima kasih.

 

Salam,

Bayu Prasetyo

Author | MasBayu.com

2 thoughts on “Cara Membuat Target Yang Baik dan Benar Ala NLP – Part 3 (Final)

  1. Rena Endang Supriyati

    Assalamualaikum kang ..
    Perkenalkan Nama Syaa Rena..

    Saya belum punya keahlian dalam bidang apa yg sedang saya Rencanakan ini..

    Dan Bidang yg saya capai ini dalam Bidang bisnis Online..
    Apa yg harus saya lakukan pertama kalinya.???

    Reply
    1. admin Post author

      Waalaikumsalam Mbak Rena,

      Pertama-tama, makasih ya sudah berkunjung dan membaca blog saya. Mohon ijin untuk menjawab.

      Kalau yang saya tangkap dari pertanyaan Mbak Rena, berarti Mbak Rena pengen bisa bisnis online ya?

      Baiklah…

      Sebelum saya menjawab, pertanyaan saya adalah, kalau Mbak Rena belum punya keahlian dan pengetahuan tentang bisnis online, apa yang harus Mbak Rena lakukan pertama kali agar Mbak rena bisa tahu tentang bisnis online?

      Saya bantu beri contoh jawaban ya hehehe.

      Mungkin Mbak Rena bisa mulai dari ikut kursus bisnis online.

      Itu contoh jawabannya. Jawaban sesungguhnya, silakan Mbak Rena tentukan sendiri. Sip? 🙂

      Oh ya, jika ada pertanyaan lebih lanjut, bisa hubungi saya di kontak yang sudah saya siapkan di halaman “tentang”.

      Terima kasih. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *