Cara Membuat Target Yang Baik dan Benar Ala NLP

By | May 12, 2017

Halo sidang pembaca yang dirahmati Allah. Halah! Berasa ceramah saja hehehe. Di pertemuan kita–secara virtual–kali ini, saya pengen membahas salah satu hal yang begitu penting bagi hidup kita: TARGET. Apa itu target? Target itu kalau kita mau masuk pintu, terus diteriakin, “Dor!”, lalu muncul respon, “Aduh! Aku target!” Oh maaf, itu kaget saudara-saudara hehehe. *mulai ngaco.

Oh ya, untuk artikel tentang target lainnya Anda bisa baca beberapa artikel di bawah ini:

Hidup Nggak Perlu Punya Target!

Hidup Nggak Perlu Punya Target! – Part 2

Target, sebelum kita lanjut, saya ingin bertanya. Apa yang Anda rasakan jika mendengar kata ‘target’? Nggak nyaman? Kalau nggak nyaman, berarti kita sama hehehe. Saya agak kurang nyaman jika saya punya target. Rasanya seperti dikejar-kejar. Dulu, sempat beberapa kali saya punya target. Saya tuliskan di buku catatan pribadi saya, saya action, usaha, dan sampai pada waktu yang telah saya tentukan, apa yang terjadi saudara-saudara? Yak betul sekali, target tidak tercapai. Pernah sih saya punya target tercapai, tapi banyak nggak tercapainya. Itu dulu, jauh sebelum saya mempelajari teknologi pemrograman otak yang bernama NLP.

Kaidah-kaidah membuat target

Saya pikir-pikir, apa yang salah ya kok sering banget target saya nggak tercapai. Setelah saya kenal dengan NLP, ternyata dari tahap merancang target saja saya salah. Boro-boro berusaha mencapai, lha wong dari akarnya saja sudah bermasalah hahaha. Setelah saya pelajari, ternyata kesalahan saya adalah, yang pertama, saya nulisnya ngasal. Misal, begini contohnya “Tahun sekian, saya sudah punya penghasilan sekian.” Udah, gitu doang. Saya pikir-pikir lagi, lha iya, lha wong bikin targetnya saja ngawur, bagaimana bisa tercapai hahaha. Bisa sih, tapi lebih sulit dibanding dengan jika kita membuat target berdasarkan kaidah-kaidah yang sesuai dengan pikiran bawah sadar kita. Dan itu bisa kita pelajari dengan ikut pelatihan NLP. Berapa biaya pelatihannya? Jujur saja, cukup mahal hehehe. Tapi Anda tak perlu khawatir, saya akan buka sampai telanjang, bagaimana caranya setting target dengan cara yang baik dan benar. Target yang bersahabat dengan pikiran bawah sadar, tubuh, dan emosi kita. Sehingga akan lebih mudah tercapai. Oh ya, sekedar informasi, berkat mempraktekkan teknik-teknik yang akan saya jelaskan nanti, target yang ‘baru’ saya setting di bulan Februari 2017 kemarin, saat ini sudah mulai banyak yang tercapai. Kita lihat saja nanti, apa kejutan-kejutan yang akan saya dapatkan setelah ini hehehe.

Pertanyaannya adalah, mau saya bisikin tekniknya? Saya yakin Anda sudah mengangguk-angguk tanda setuju hehehe.

Berikut adalah cara yang baik dan benar dalam men-setting target:

1. Nyatakan dengan kata-kata yang positif

Dalam teknik NLP, syarat pertama, nyatakan goal Anda dengan kata-kata dan kalimat yang bernuansa positif. Maksudnya bagaimana? Begini, alih-alih Anda bilang “Bulan September saya akan diet dan tidak akan malas olahraga.” Lebih baik Anda bilang “Bulan September berat badan saya sudah turun 5 kg, menjadi 65 kg.”

Nah, setelah itu pasti akan timbul pertanyaan. Mengapa harus menggunakan kalimat dan kata-kata yang bernuansa positif? Karena pikiran bawah sadar kita sulit untuk menterjemahkan kata-kata negasi. Misal ada kalimat “Jangan toleh ke kiri!” apa yang akan Anda rasakan jika Anda baca kalimat tersebut? Rasanya malah pengen sekali untuk menoleh ke kiri kan? Udah, iyakan saja hehehe. Lalu apa yang akan terjadi jika Anda tulis “Saya tidak akan malas olahraga”? Ya, kemungkinan besar jadinya malah malas olahraga hahaha.

2. Dapat direkam indera

Syarat selanjutnya agar target lebih mudah untuk dicapai adalah: pastikan goal atau target Anda mudah dikenali oleh indera Anda. Jika Anda punya target penghasilan 10 Jt/bulan, apa indikator atau tanda yang dapat direkam oleh indera Anda secara visual, auditory dan kinestetik? Misal, saya dapat melihat angka Rp 10.000.000,- di saldo rekening saya (visual). Saya mendengarkan pujian istri saya, karena begitu bangga memiliki pasangan yang mampu menghasilkan pendapatan yang cukup (auditory). Saya merasa bangga dengan pencapaian saya, karenan dapat membuat istri saya bahagia (kinestetik).

Kenapa harus seperti itu? Karena, jika kita memiliki tanda yang kuat secara indrawi–yaitu secara visual, auditory, dan kinestetik–maka pikiran bawah sadar kita akan lebih mudah mengenali apa yang kita inginkan. Ketika kaidah tersebut dapat kita penuhi ketika men-setting target, pikiran bawah sadar akan mengenalinya sebagai sesuatu yang harus tercapai, lalu ia akan membantu kita untuk bergerak secara otomatis ke target yang ingin kita capai.

Ibaratnya begini, ketika Anda ingin pergi dari Bekasi ke Jakarta, apa indikator atau tanda yang menyatakan bahwa Anda sudah berada di Jakarta? Ya, misalkan saja, Anda sudah berada di Jakarta ketika sudah melihat Tugu Monas. Atau setidaknya Anda sudah berada di Jakarta jika sudah melihat gapura bertuliskan “Selamat Datang Di Jakarta”. Nah, kalau Anda dari Bekasi ke Jakarta tapi tidak tahu indikator apa yang menandakan bahwa Anda sudah sampai ke Jakarta, kira-kira bisa tidak Anda sampai ke Jakarta? Tidak bisa.

Sama halnya dengan pikiran bawah sadar. Anda ingin kurus, namun pikiran bawah sadar Anda tidak tahu apa tanda yang menyatakan bahwa Anda sudah kurus. Jika seperti itu, sepertinya agak sedikit mustahil keinginan Anda untuk kurus dapat tercapai. Kenapa? Sekali lagi, karena tidak ada tanda yang menyatakan bahwa Anda sudah kurus. Begitu saudara-saudara.

Baiklah, saya kira cukup sampai di sini untuk artikel kali ini. Masih ada beberapa kaidah-kaidah yang harus dipenuhi agar target yang Anda buat dapat bersahabat dengan tubuh, pikiran, dan emosi Anda, sehingga target akan lebih mudah untuk tercapai.

Oh ya, saya rasa, Anda merasakan banyak manfaat dari artikel ini. Oleh karena itu, jangan sungkan-sungkan untuk sharing artikel ini ke media sosial Anda ya. Caranya mudah, cukup bagikan link artikel ini ke tiap medsos Anda.

Sekian, dan terima kasih!

 

Salam,

Bayu Prasetyo

Author | MasBayu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *