Kita Adalah Satu dan Satu Kesatuan – Part 2

By | July 5, 2017

Yes! Kita lanjut lagi pembahasan tentang fisika kuantum pada artikel sebelumnya.

Baik, pada part 1 sebelumnya, kita sudah membahas bahwa kita semua adalah satu kesatuan dan saling terhubung. Mengapa demikian? Karena ketika kita semua di-zoom dan dilihat pada level terkecil, kita semua hanya terlihat sebagai lautan atom-atom yang jumlahnya tak terkira.

That’s why, kita semua adalah satu kesatuan dan saling terhubung. Amazing right?!

Nah, pada part 1 kemarin, saya sempat memberikan suatu contoh sederhana di kehidupan sehari-hari. Kenapa kok sering kali ketika kita ngomongin orang, eh nggak lama orangnya nongol?

Jawabannya adalah: karena ya itu tadi, kita adalah satu kesatuan dan saling terhubung.

Bagaimana penjelasannya?

Penjelasannya begini. Setiap hari, kita sebagai manusia selalu memberikan atensi atau perhatian kepada apapun yang ingin kita perhatikan. Dan ajaibnya, apa yang sering kita beri atensi, cepat atau lambat ia akan datang di hadapan kita. Apapun itu.

Contoh,  ketika Anda akan melaksanakan ujian misalnya, kok Anda mikir “kayaknya kok gagal ya ujianku”, begituuu terus tiap hari. Lalu apa yang terjadi, ya akhirnya gagal beneran.

Atau begini, ketika Anda memikirkan sesuatu secara sepintas, “kayaknya enak ya siang-siang kalo makan rujak”. Tak lama kemudian, eh bapak-bapak penjual rujak pun lewat depan rumah.

Contoh yang lebih sederhana lagi, ketika Anda sedang menunggu di ruang tunggu. Coba perhatikan salah satu orang. Liat terus. Saya berani jamin, tak lama kemudian orang yang Anda perhatikan tiba-tiba akan nengok ke Anda. Sering kayak gitu kan? Hahaha.

Nah, apa sih yang sebetulnya sedang terjadi pada fenomena tersebut?

Yang terjadi adalah, kita semua ini memancarkan energi dan mengirimkan sinyal-sinyal kepada hal-hal yang kita berikan atensi. Seperti halnya sebuah hp yang kita gunakan untuk menelepon saudara, tak lama kemudian hp saudara kita akan muncul nada panggilan, lalu saudara kita mengangkatnya, lantas mengucapkan “halo?”.

Jadi, semuanya akan menjadi masuk akal–termasuk fenomena ketika Anda ngomongin teman Anda, eh kok tiba-tiba orangnya datang. Kenapa? Karena saat itu Anda sedang memberikan atensi kepada teman Anda itu. Ketika Anda memberikan atensi kepada teman Anda, secara tak sadar Anda sedang membangun keterhubungan Anda dengan dirinya, sehingga teman Anda menerima “panggilan” dari Anda, dan menjawabnya.

Jadi begitu saudara-saudara. Sekarang semua jadi masuk akal kan? Hehehe.

Sebelum saya akhiri tulisan ini, saya ingin berikan satu tips untuk Anda. Ketika Anda menginginkan sesuatu, caranya cukup sederhana. Awali dengan memberikan atensi kepada hal tersebut, biarkan Anda terhubung dengan yang Anda inginkan, lalu pancarkan energi dan sinyal yang positif dan besar. Sehingga kemungkinan tercapainya keinginan Anda akan lebih besar.

Lantas, bagaimana caranya memberikan energi yang besar dan powerful?

Nanti akan kita bahas di artikel terpisah.

See you!

 

Salam,

Bayu Aji Prasetyo

Author | Trainer Pemberdayaan Diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *