Kunci Krusial Terealisasinya Gol

By | December 30, 2021

Saudara,

Kita tahu, bahwa hampir setiap orang memiliki gol yang ingin dicapai. Mungkin juga termasuk Anda.

Entah itu dalam hal karir, bisnis, keuangan, hubungan, sosial, kesehatan, hingga spiritual.

Sama seperti ketika tulisan ini ditulis, yaitu pada akhir tahun 2021. Banyak orang yang merancang golnya yang ingin dicapai selama setahun ke depan. Lagi-lagi, mungkin Anda juga termasuk orang yang ikut merancang gol untuk setahun ke depan di momen akhir tahun ini.

Lebih lanjut, disadari atau tidak, meskipun banyak orang merancang gol yang ingin dicapai. Namun, banyak pula yang gagal dalam mencapainya.

Ada salah satu penelitian yang pernah saya baca, bahwa mayoritas orang sudah gagal mencapai golnya (resolusi tahunannya), bahkan sejak 2 minggu pertama di awal tahun baru.

Gagal di sini dalam arti, perilaku mereka sudah tidak mendekatkan dirinya pada gol yang ingin dicapai (baca: sudah tidak berusaha mencapai golnya).

Pentingnya Keselarasan

Nah, mungkin Anda bertanya-tanya.

“Apa sih yang perlu dipersiapkan agar peluang tercapainya gol jadi sangat tinggi?”

Jawabannya adalah, ke-se-la-ra-san. Ya, keselarasan.

Apanya yang harus selaras?

Yang harus selaras adalah, pikiran, perasaan, dan tindakan, dengan gol yang ingin dicapai.

Saya pribadi, yang salah satu aktivitasnya adalah mempelajari perilaku manusia (termasuk perilaku saya sendiri), sangat yakin, bahwa salah satu penyebab terbesar mengapa banyak orang tidak mencapai golnya adalah, karena masih adanya ketidakselarasan antara gol yang ingin dicapai, dengan pikiran, perasaan, dan tindakan yang ada pada diri manusia.

Misalnya, ada orang yang punya gol ingin punya tubuh yang bagus di tahun depan. Sudah merancang gol dengan sedemikian rupa. Namun, ia masih meyakini (tanpa sadar) bahwa, olahraga merupakan aktivitas yang melelahkan.

Nah, loh? Ini gimana, sih? Katanya pengin punya tubuh bagus. Tetapi, kok, masih punya keyakinan bahwa olahraga itu melelahkan?

Kalau sudah begini, wajar, kan, kalau gol tidak tercapai? Hehe.

Sekali lagi, keyakinan tersebut terletak di pikiran bawah sadar. Jadi, meskipun Anda berkata “olahraga itu menyenangkan”, tetapi jika hanya di lisan, dan bawah sadar Anda berkata sebaliknya. Maka, pikiran bawah sadar Anda lah, yang akan menang, dan ia akan menyetir perilaku Anda agar tidak berolahraga.

Tanda Adanya Ketidakselarasan

Lebih lanjut lagi. Lantas, bagaimana kita bisa tahu, bahwa ada ketidakselarasan antara gol dengan pikiran, perasaan (program di bawah sadar), dan perilaku kita?

Salah satu cara yang paling sederhana ialah, ketika Anda punya gol, coba cek perasaan dan tubuh Anda. Adakah perasaan tidak nyaman yang muncul di diri Anda? Adakah tubuh yang merasa tidak nyaman? Atau, adakah bisikan-bisikan batin yang melemahkan Anda?

Jika ada, baik salah satu atau ketiganya, itu artinya masih ada program di pikiran bawah sadar, yang belum mendukung tercapainya gol Anda.

Sederhananya adalah, Anda masih punya mental-block yang menghambat pengembangan diri Anda.

Sebaliknya, jika Anda merasa nyaman – bahkan sangat nyaman dengan gol Anda, itu artinya seluruh program di pikiran bawah sadar Anda, sudah mendukung tercapainya gol tersebut.

Sekali lagi, sederhananya adalah, tidak ada mental-block yang berpotensi menghambat Anda.

Itu yang pertama. Yaitu, adakah mental-block di level gol.

Selanjutnya, setelah Anda mengecek ada atau tidaknya mental-block di level gol, Anda perlu mengecek, apakah ada mental-block di level aktivitas.

Bagaimana maksudnya, mas?

Maksudnya adalah, ketika Anda punya gol ingin mencapai sesuatu, tentu Anda akan melakukan aktivitas tertentu untuk mencapainya, kan?

Misalnya, Anda ingin punya penghasilan yang lebih tinggi dari sekarang, dan Anda memilih untuk merealisasikannya melalui aktivitas berbisnis.

Nah, dalam seluruh rangkaian aktivitas bisnis, silakan Anda cek. Adakah aktivitas-aktivitas yang Anda lakukan dalam bisnis tersebut, yang Anda merasa tidak nyaman?

Misalnya, dalam bisnis, tentu kita akan sering bertemu dengan orang lain untuk menawarkan produk atau jasa kita. Nah, apakah Anda nyaman dengan aktivitas tersebut?

Jika Anda merasa tidak nyaman, kemungkinan besar Anda punya mental-block yang menghambat Anda melakukan aktivitas tersebut. Mental-block tersebut lah, yang berpotensi menghambat kinerja Anda. Sehingga, sangat berpotensi mengurangi kualitas dan kuantitas hasil yang akan Anda dapatkan.

Kesimpulan

Jadi, apa kesimpulannya?

Kesimpulannya adalah, jika Anda ingin lebih mudah mencapai gol, maka pastikan pikiran, perasaan, dan perilaku Anda selaras dengan:

  1. Gol yang ingin Anda capai
  2. Semua aktivitas yang Anda lakukan untuk mencapai gol tersebut

Karena jika tidak selaras, akan sangat berpotensi menghambat kinerja, bahkan hingga mengagalkan pencapaian gol Anda.

Pertanyaannya adalah, bagaimana cara menyelaraskannya? InsyaAllah akan kita bahas di tulisan berikutnya.

Mau? Kalau mau, silakan tinggal komentar Anda di kolom komentar di bawah ini dengan “Saya, Mau?”, ya.

Terima kasih, dan semoga bermanfaat.

Salam #SadarBerdaya,

Bayu Aji Prasetyo

5 thoughts on “Kunci Krusial Terealisasinya Gol

  1. Dadi Johandi

    Terimakasih Mas Bayu. Wejangan yang sangat menyentuh.
    Semoga tahun depan sudah bebas dari mental block sehingga bisa mencapai gol yang saya cita-cita kan
    Semoga ada contoh gol dan langkah teknis untuk meraih nya
    Selamat Tahun Baru 2022

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *